Tata krama dalam pergaulan merupakan aturan kehidupan yang mengatur hubungan antar sesama manusia. Tata krama pergaulan berkaitan erat dengan etiket atau etika. Kata etiket berasal dari bahasa perancis Etiquette yang berarti tata cara bergaul yang baik, dan etika berasal dari bahasa latin Ethic merupakan pedoman cara hidup yang benar dilihat dari sudut Budaya, Susila dan Agama. Dasar - dasar etiket terdiri dari :
1. Bersikap sopan dan ramah kepada siapa saja.
2. Memberi perhatian kepada orang lain.
3. Berusaha selalu menjaga perasaan orang lain.
4. Bersikap ingin membantu.
5. Memiliki rasa toleransi yang tinggi.
6. Dapat menguasai diri, mengendalikan emosi dalam situasi apapun.

1. Membuat anda menjadi disegani, dihormati, disenangi orang lain.
2. Memudahkan hubungan baik anda dengan orang lain (Better Human Relation). 3. Memberi keyakinan pada diri sendiri dalam setiap situasi.
4. Menjadikan anda dapat memelihara suasana yang baik dalam berbagai lingkungan, baik itu lingkungan keluarga, pergaulan, dan tempat dimana anda bekerja.
Etiket Timur Dan Etiket Barat
Etiket sangat dipengaruhi oleh adat istiadat ( tradisi ) dimana hal itupun dipengaruhi oleh budaya, kehidupan sosial, keadaan lingkungan, dsb. Jadi etiket setiap daerah tidak akan sama bahkan mungkin akan bertentangan seperti :
1. Sikap tangan ketika bersalaman.
2. Cara menatap mata sewaktu berjabat tangan.
3. Cara memberi sambutan.
4. Sikap tubuh ketika menerima sesuatu, misalnya : Menerima sesuatu dengan tangan kiri.
Etiket bangsa sendiri merupakan hal yang harus anda ketahui, namun ada baiknya bila anda mengetahui etiket bangsa lain, sebab hal tersebut pasti akan bermanfaat bagi pergaulan anda, karena anda dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan dimanapun berada.
“If you are in Rome do as the Romans do”
Hal - hal yang dapat mempengaruhi kehidupan sosial seorang individu antara lain:

2. Self Control, merupakan cara mengontrol terhadap kesabaran, kemarahan dan rasa tidak puas, sehingga anda tidak mudah terpancing oleh emosi dalam situasi apapun.
3. Body language (Bahasa Tubuh), merupakan hal yang dapat dimengerti oleh setiap orang, sehingga dapat digunakan sebagai salah satu faktor yang akan mempengaruhi hubungan sesama manusia.
4. First Impression, adalah pandangan (Penilaian) seseorang terhadap seorang individu yang didapatkan dari kesan pertama, dan kesan ini akan mempengaruhi penilaian dalam hubungan selanjutnya. ' You will get a second chance to make the first impression ', oleh karena itu ketika anda berjumpa dengan orang baru berusahalah untuk memberi kesan yang baik.
Hal - hal yang dapat dilakukan untuk memupuk rasa percaya diri :
1. Sediakan selalu waktu untuk membaca mengenai berbagai pengetahuan umum.
2. Ikuti setiap berita aktual yang ada.
3. Perdalamlah setiap bidang ilmu yang anda kuasai.
4. Janganlah segan untuk bertanya apabila anda tidak mengerti.
5. Siap menerima kritik membangun.
6. Memperhatikan saran - saran penampilan yang disampaikan untuk anda.
7. Siapkan diri anda agar berani berdiskusi, hal tersebut sebagai upaya untuk menguji apakah pendapat kita dapat diterima oleh suatu lingkungan tertentu.
8. Anda harus banyak bergaul dengan berbagai lapisan masyarakat.
9. Melatih diri dalam berbagai macam keterampilan.
10.Mempelajari berbagai bahasa asing ataupun daerah untuk digunakan secara aktif atau pun pasif
Ciri seorang individu yang memiliki Tata Krama yang baik :
1. Memiliki rasa percaya diri ketika menghadapi masyarakat dari tingkat manapun.
2. Tingkah laku dan ucapannya selalu mempertimbangkan serta mencerminkan perhatian kepada orang lain.
3. Bersikap sopan, ramah dan selalu menunjukkan sikap yang menyenangkan dan bersahabat dengan orang lain.
4. Bisa menguasai diri sendiri dan selalu berusaha tidak menyinggung, mengganggu, menyakiti perasaan dan pikiran orang lain.
5. Selalu berusaha tidak mengecewakan, membuat gusar apalagi membuat marah orang lain, walaupun diri sendiri dalam keadaan sedih, kesal, lelah ataupun jenuh.
Etiket Perkenalan
Suatu hubungan antar individu biasanya dimulai dengan suatu perkenalan, dan hal ini mungkin akan menjadi pertemuan pertama yang akan melahirkan 'First Image' dan hal ini akan mempengaruhi penilaian seseorang pada hubungan selanjutnya. Cara mengenalkan :
1. Pada waktu mengenalkan orang, ucapkan namanya dengan jelas, dan apabila tidak terdengar jelas tanyakan sekali lagi.
2. Tipe individu terdiri dari introvert dan extrovert oleh karena itu pada waktu mengenalkan seseorang berikan sedikit informasi mengenai orang tersebut.
3. Lakukan Personal Contact dengan cara sebagai berikut :

- Pandanglah mata orang yang diperkenalkan pada anda.
- Tersenyumlah.
- Tubuh sedikit dibungkukkan ke depan.
Hal - hal yang perlu diperhatikan dalam suatu perkenalan :
1. Orang yang lebih muda diperkenalkan kepada yang lebih tua.
2. Seorang pria diperkenalkan kepada wanita.
3. Wanita dikenalkan kepada pria, apabila pria itu orang yang perlu dihormati seperti : Kepala Negara, Menteri, Gubernur, Duta Besar, Ulama/Tokoh agama atau pria yang jauh lebih tua Lebih kurang 20 tahun.
4. Anda boleh mengenalkan diri terlebih dahulu apabila hal tersebut sekiranya diperlukan.
5. Hindari perkenalan ditempat yang ramai seperti : Jalan raya, pasar, lift, restoran,dsb.
Hal - hal yang dapat dilakukan ketika sedang diperkenalkan :
1. Waktu diperkenalkan wanita tidak perlu berdiri, kecuali bila menghadapi orang - orang yang pantas dihormati seperti yang sudah diterangkan terlebih dahulu.
2. Pada waktu menyambut tamu - tamu, tuan dan nyonya rumah harus berdiri.
3. Tamu yang akan pulang harus diantar sampai ke depan pintu oleh tuan dan nyonya rumah.
4. Seorang pria harus berdiri pada waktu :
5. Berjabat tangan dengan wanita atau pria.
6. Seorang wanita memasuki ruangan.
7. Seorang wanita mendekati ia duduk.
8. Seorang wanita yang duduk disampingnya berdiri akan meninggalkan tempat. Etiket Dalam Percakapan Percakapan merupakan unsur penting dalam hubungan sesama manusia, nilai suatu percakapan akan mempengaruhi suasana dan kelanjutan dari suatu hubungan. Dalam menciptakan suatu percakapan yang menyenangkan diperlukan seni tersendiri dan hal inipun memerlukan etika tersendiri.
Communication Field terdiri dari :
1.Facial Expression.
2.Body Position.
3.Good ( Clear ) Voice.
Sikap Pokok Yang Harus Dimiliki Pada Saat Berbicara
1. Mutual Respect (Saling Menghargai) Speak Up (Berbicara Dengan Terang Dan Jelas)
2. Careful Listening (Mendengar Dengan Sungguh-Sungguh)
3. Communication Ability (Kemampuan Berkomunikasi)
4. Positive Thinking (Berpikir Positif) Sikap pada waktu bicara hendaknya sopan: 5. Jangan sambil mengunyah permen karet
6. Jangan menggaruk-garuk badan atau kepala
7. Jangan bertolak pinggang atau tangan disaku
8. Jangan tetap duduk jika seseorang datang mengajak kita berbicara, sedangkan orang itu tetap berdiri (tentu tergantung siapa orangnya).
9. Tataplah wajah lawan bicara kita
10. Janganlah berbicara dengan rokok dimulut
11. Bila sedang duduk dengan sikap yang santai sekali, dan seorang yang lebih tua datang, duduk disebelah kita dan mengajak bicara, hendaknya sikap duduk diperbaiki.
12. Jangan terus menerus bicara sehingga tidak memberi kesempatan pada orang lain.

Volume suara, keras atau lembut disesuaikan dengan situasi Kecepatan berbicara Tinggi rendahnya nada suara, jangan cempreng atau melengking suara hendaknya mengandung keramahan Pilihlah kata yang sopan Dalam melakukan pembicaraan (conversation): Jika baru berkenalan jangan membicarakan agama, politik atau hal-hal yang sifatnya sangat pribadi.
Jangan memonopoli pembicaraan Bila ingin mengundurkan diri, carilah alasan yang dapat diterima Jangan terlalu memperhatikan apa yang dikenakan oleh lawan bicara kita Ucapkanlah kata-kata dengan jelas dan terang, bila kita kurang menangkap apa yang dikatakan oleh lawan bicara kita jangan menggunakan hata “ha” atau “apa” melainkan gunakan maaf.....bisa diulang atau dibantu. Cara dan gaya bahasa berbicara dengan baik antara lain: Berbicara cukup perlahanTidak terlalu keras dan tidak terlalu lemah Berbicara bersemangat Berbicara ada tekanan tertentu
• Ada selingan antara tinggi rendah suara
• Ada tekanan-tekanan tinggi bagi pesan yang penting
• Menggunakan efek pembicaraan (berhenti sebentar) Berbicara tidak hanya satu arah, tetapi kepelbagai arah kelompok khalayak sesuai dengan situasi dan kondisi
Pergunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar Seseorang menjadi pendengar yang efektif: Berhentilah bicara karena seseorang tidak akan dapat mendengarkan dengan baik pada waktu ia bicara Timbulkan suasana yang memungkinkan orang yang berbicara melakukannya dalam suasana bebas tanpa diliputi oleh rasa takut.
Tunjukkan kepada orang yang sedang bicara bahwa anda ingin mendengarkan hal-hal yang ingin disampaikannya.
Tumbuhnya rasa empati Bersikap sabar-jangan melakukan interupsi dalam bentuk apapun Pendengar hendaknya jangan emosional Pendengar sebaiknya mengajukan pertanyaan, misalnya untuk kejelasan yang sekaligus berarti dia adalah seorang pendengar yang betul-betul menaruh minat pada hal yang sedang dibicarakan Etiket dalam Penampilan Busana Mempergunakan busana yang tidak melanggar aturan, norma, kepatutan dalam lingkungan dimana kita berada. (di kampus jangan mempergunakan pakaian yang terbuka/terlihat aurat atau anggota tubuh yang seharusnya ditutupi). Bisa mengikuti mode, tapi tetap harus sesuai acara, sesuai waktu, sesuai tempat -- usahakan jangan salah kostum. Hindari menggunakan pakaian yang terlalu mencolok atau menarik perhatian orang, terutama di tempat umum (misalnya di kampus)
Hindari busana yang membuat anda sulit bergerak/melangkah
Hindari aksesoris yang menimbulkan bunyi-bunyi waktu anda bergerak
Hindari aksesoris yang menimbulkan bunyi-bunyi dan yang mudah tersangkut, karena anda akan hilir mudik dipanggung dan belakang panggung serta berdekatan dan bergesekan dengan orang lain.
Hindari sepatu yang tidak nyaman dan bersuara keras waktu melangkah Pastikan busana anda sudah rapih, jangan membetulkan/ merapihkansembarangan. Manfaat Tata Busana Penilaian Diri Kepercayaan Diri Citra Diri Peran Diri Diimbangi
• Sikap/Tingkah Laku
• Ekspresi•Harmonis
SIKAP PRIA DAN WANITA
1. Di Tempat Duduk - Pada umumnya kita persilahkan orang yang kita hormati mengambil tempat di sebelah kanan kita - Pada waktu duduk wanita duduk dulu barulah pria, sedangkan waktu akan meninggalkan tempat duduk, pria dulu yang berdiri dari tempat duduk baru kemudian si wanita.
2. Keluar/Masuk Dari Ruangan - Pada dasarnya waktu keluar/masuk suatu ruangan wanita mendahului pria, setelah pria membukakan pintu untuk wanita, kecuali pada waktu memasuki ruangan yang banyak orang/penuh sesak (umpamanya diruangan bioskop, ruangan pesta/peralatan, tempat upacara dan tempat-tempat pertunjukan lainnya, maka wanita mengikuti pria) - Fungsi pria disini untuk membuka jalan, mencarikan tempat duduk, kecuali bila ada panitia atau pengantar tamu, istri mengikuti pengantar, lalu pria mengikuti pengantar, lalu pria berjalan dibelakangnya. Ini sama halnya pada waktu keluar ruangan.
3. Naik Turun Tangga- Bila menaiki tangga pria lebih dahulu, wanita mengikutinya.- Bila turun tangga wanita dipersilahkan lebih dahulu dan pria mengiringinya. (aturan ini tidak berlaku bagi seorang presiden/pimpinan negara dan istrinya)
4. Menuju Ke Pintu - Wanita biasanya menuju kepintu dulu, baru diikuti oleh pria lalu wanita berdiri di depan pintu, pria memegang tangan pintu dan membukakan pintu untuknya, baru pria mengikuti wanita dibelakangnya. - Dalam keadaan yang tak mengijinkan seperti diatas wanita dapat langsung memegang pintu, kemudian tugas selanjutnya dioper oleh pria, yang mengantarnya. - Apabila wanita sendirian (tidak ada yang mengantar) membuka pintu dikerjakan sendiri (bila kebetulan ada pria lain, pria itu membukakan pintu dan wanita menyampaikan “terima kasih” kepadanya).
5. Di Lift- Saat naik lift dengan pimpinan, kita yang mempersilahkan masuk (kita dahulu yang masuk sambil menahan pintu lift) begitu juga saat keluar dari lift. Pria menunggu sampai wanita keluar dari lift- Jika suami isteri dalam lift, maka suamilah yang dulu keluar baru istri mengikutinya