
Membiru anggun serupa selendang sang dewi malam
Selaksa renung mengadukan kenangan
Yang teramat indah menyerupai titian langit
Sehingga membuta rindu menyentak sukma
Lambang menjulang seakan tiada bertepi lagi
Bahkan”"
Lembar menanggalpun seakan tiada bermakna lagi
Lalu kemana lagi harus membawa kepingan hati...
Kau tiada halnya sebuah bayang-bayang semu...
Kau tiada halnya sebuah tembang-tembang kenangan di antara pilunya hati,
Kala sendiriku di sini mengisak tangis
Akan kepergianmu dari dalam hidupku
Kan kusimpan rahasia sepenggal jiwa
Bersama geloranya sang pemilik duka lara
Hingga takkan pernah ada lagi tetesan air mata
Ketika pedihnya merintih kesakitan...
Segores luka yang kau berikan, itulah ahir dari cinta kita.
Cinta..sayang..janji..dan kenangan indah kini bagai pecahan kaca yang menyayat yang menghujam hati..perih sungguh perih..
Harapan..impian..kini telah pergi bersama pergimu, yang tinggal hanya kenangan dan segores luka yang kau tinggalkan di hatiku.
Saat kau sayangi aku tiada yang lain di hatimu.
Saat kau sayangi dia akupun tiada lagi di hatimu, Dan kaupun pergi membawa cintamu dariku.
Saat kau rindu..dulu aku selalu ada untukmu..namun kini saat aku rindu..kau tiada lagi untukku.
Mungkin kini kau bahagia di hari-hari mu bersamanya.
Kau tinggalkan aku yang tersiksa rindu.
Ku jalani hari-hari ku dengan senyum palsu di bibirku..sebagai tutup duka hatiku.
Setelah kau tinggalkan aku.
Kini airmata yang jadi teman saat sepiku..Rindu,kini jadi rintihan di hatiku..kenangan bersamamu,kini menjadi duri dalam hatiku.
Bukan aku takrela kau pergi..
Bukan aku takterima takdir ini..
Namun kenyataan..luka tetaplah luka..perihnya tetap terasa..
Biarlah aku mengungkapkan semua ini!!
Aku kau hianati.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Untuk yang berkomentar monggo,asal tidak mengandung kebencian pada seseorang